Bila kekuatan fisik tidak lagi mampu
untuk menghancurkan dan membunuh karakter pimpinan, maka tidak ada jalan lain
yang akan digunakan oleh musuh selain jalan perang psikologis terhadap
kepemimpinan tersebut. Perang psikologis yaitu perang yang menggunakan isu atau
berita miring alias berita bohong mengenai kepemimpinan tersebut. Dimana
sasaran utama dari berita bohong ini diarahkan kepada pemimpin dengan tujuan
hendak menghancurkan kepercayaan para pendukung terhadap kepemimpinannya
tersebut. Dan cara seperti itulah yang digunakan oleh Amerika dalam
menghancurkan Irak dan Afganistan.
Dan biasanya waktu penyebaran berita
atau isu bohong yaitu ketika sedang lemahnya bangunan internal dan pada saat
adanya kesepian untuk menerima isu. Sebaliknya, dikala bangunan tersebut sedang
sibuk dengan perjuangan dan peperangan menghadapi musuh, jarang sekali isu
dapat mempengarui dan menggoyahkan jiwa. Akan tetapi, kenyataannya sekarang
gerakan islam malah membiarkan begitu saja si penyebar isu dan berita bohong bergerak
dan karena ulahnyalah masyarakat tidak pernah habis-habisnya di goncangkan
dengan fitnah.
Bagi siapa saja yang aktif dalam kancah
perjuangan kaum muslimin seharusnya lebih berhati-hati lagi dalam menerima isu
atau berita yang tidak wajar, dan untuk lebih baik jika di cek lagi kebenarannya.
Dan yang perlu diketahui bahwa berita-berita miring seperti itulah yang sanggup
memporak-porandakan barisan kaum muslimin secara keseluruhan. Dan seharusnya
setiap kita tidak dengan mudahnya menerima dan mempercayai begitu saja dengan
berita-berita yang dihembuskan oleh pihak musuh dan kaum munafik. Ingatlah
bahwa orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah senang melihat Islam
Berjaya.
Adapun hal-hal penting yang harus
dipahami dalam menyikapi berita-berita miring sebagai berikut :
Pertama,
menghindari tuduhan atau isu yang masih bersifat prasangka, dan ini wajib
ditunaikan oleh setiap kita. Dan untuk seorang pemimpin juga harus menyadari
bahwa prasangka seperti itu akan menjadi pusat perhatian lawan atau musuh.
Kedua,
jangan menerima isu begitu saja, Allah berfirman dalam Q.S an-Nur : 13 yang
artinya, “mengapa mereka (yang menuduh itu)
tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka
tidak mendatangkan saksi-saksi Maka mereka Itulah pada sisi Allah orang- orang
yang dusta.”
Berita apapun yang tidak diperkuat
dengan saksi dan bukti maka harus ditolak oleh setiap kita. Dan janganlah kita
menyebarkan berita yang kebenarannya masih diragukan walaupun kita hanya
sekedar menukilkan dengan sebenarnya dan sejujurnya dari seseorang,
sesungguhnya perbuatan seperti itu adalah salah satu dari golongan pendusta.
Ketiga,
untuk menimbang secara cermat dalam menilai benar tidaknya suatu isu atau
berita, bandingkanlah pribadi orang yang diisukan dengan pribadi diri kita sendiri,
maka anda akan menyadari ketidakalyakannya diri anda untuk menghujat orang yang
diisukan.
Oleh : Deni Triyanto ( Ketum komsat
SGL )






0 komentar:
Posting Komentar
mohon tinggalkan kritik dan saran.. tq ^^