Rabu, 22 Januari 2014

Perang Psikologis, apasih?




            Bila kekuatan fisik tidak lagi mampu untuk menghancurkan dan membunuh karakter pimpinan, maka tidak ada jalan lain yang akan digunakan oleh musuh selain jalan perang psikologis terhadap kepemimpinan tersebut. Perang psikologis yaitu perang yang menggunakan isu atau berita miring alias berita bohong mengenai kepemimpinan tersebut. Dimana sasaran utama dari berita bohong ini diarahkan kepada pemimpin dengan tujuan hendak menghancurkan kepercayaan para pendukung terhadap kepemimpinannya tersebut. Dan cara seperti itulah yang digunakan oleh Amerika dalam menghancurkan Irak dan Afganistan.
            Dan biasanya waktu penyebaran berita atau isu bohong yaitu ketika sedang lemahnya bangunan internal dan pada saat adanya kesepian untuk menerima isu. Sebaliknya, dikala bangunan tersebut sedang sibuk dengan perjuangan dan peperangan menghadapi musuh, jarang sekali isu dapat mempengarui dan menggoyahkan jiwa. Akan tetapi, kenyataannya sekarang gerakan islam malah membiarkan begitu saja si penyebar isu dan berita bohong bergerak dan karena ulahnyalah masyarakat tidak pernah habis-habisnya di goncangkan dengan fitnah.
             Bagi siapa saja yang aktif dalam kancah perjuangan kaum muslimin seharusnya lebih berhati-hati lagi dalam menerima isu atau berita yang tidak wajar, dan untuk lebih baik jika di cek lagi kebenarannya. Dan yang perlu diketahui bahwa berita-berita miring seperti itulah yang sanggup memporak-porandakan barisan kaum muslimin secara keseluruhan. Dan seharusnya setiap kita tidak dengan mudahnya menerima dan mempercayai begitu saja dengan berita-berita yang dihembuskan oleh pihak musuh dan kaum munafik. Ingatlah bahwa orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah senang melihat Islam Berjaya.
            Adapun hal-hal penting yang harus dipahami dalam menyikapi berita-berita miring sebagai berikut :
            Pertama, menghindari tuduhan atau isu yang masih bersifat prasangka, dan ini wajib ditunaikan oleh setiap kita. Dan untuk seorang pemimpin juga harus menyadari bahwa prasangka seperti itu akan menjadi pusat perhatian lawan atau musuh.
            Kedua, jangan menerima isu begitu saja, Allah berfirman dalam Q.S an-Nur : 13 yang artinya, “mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi Maka mereka Itulah pada sisi Allah orang- orang yang dusta.”
            Berita apapun yang tidak diperkuat dengan saksi dan bukti maka harus ditolak oleh setiap kita. Dan janganlah kita menyebarkan berita yang kebenarannya masih diragukan walaupun kita hanya sekedar menukilkan dengan sebenarnya dan sejujurnya dari seseorang, sesungguhnya perbuatan seperti itu adalah salah satu dari golongan pendusta.
            Ketiga, untuk menimbang secara cermat dalam menilai benar tidaknya suatu isu atau berita, bandingkanlah pribadi orang yang diisukan dengan pribadi diri kita sendiri, maka anda akan menyadari ketidakalyakannya diri anda untuk menghujat orang yang diisukan.
Oleh : Deni Triyanto ( Ketum komsat SGL )

0 komentar:

Posting Komentar

mohon tinggalkan kritik dan saran.. tq ^^