Senin, 02 Maret 2015

ILMU ADALAH KUNCI UNTUK MEMBUKA PINTU KEBAHAGIAAN DUNIA AKHIRAT



Sebuah hadist mengatakan, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang menginginkan kebahagianan dunia maka hendaklah menunutut ilmu dan siapa yang ingin kebahagian akhirat maka tuntutlah ilmu barang siapa yang menginginkan keduanya maka hendaklah dia mencari ilmu”. (H.R Bukhari dan Muslim) 

Maka dijelaskan kembali bagaimana manusia mendapatkan ilmu agar mendapatkan kebahagian duia dan akhirat itu pada sebuah hadist oleh Ibnu Abbas r.a, Rasulullah SAW bersabda :
“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi baik maka Allah menanamkan dalam ilmu agama dan ilmu itu akan datang kepadanya dengan cara menuntutnya”.(H.R Bukhori)

 Dari sini kita dapat mengetahui bahwa menuntut ilmu adalah wajib hukumnya, menuntut ilmu dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT, insyalloh mendapatkan kebahagian dunia akhirat atas ilmu yang kita miliki. Karena Allah akan menaikan derajat seseorang yang memiliki ilmu dan mampu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 Maka muncullah berbagai cara untuk mendapatkan ilmu salah satunya Allah jelaskan didalam Al-Qur’an surah Al-Alaq ayat 1-5, yang berbunyi:
ƒArtinya:  bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. I[1589] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
    So, membaca adalah salah satu cara jitu untuk mendapatkan ilmu, kitap suci Al-Qur’an yang Allah turunkan melalui Malaikat Jibril yang disampaikan kepada Rasulullah merupakan referensi wajib bagi umat-Nya dalam segala aspek kehidupan agar selalu senantiasa berada dijalan yang lurus.
Dan jangan pernah lelah dalam menuntut ilmu, karena pepatah mengatakan,
“ TUNTUTLAH ILMU DARI BUAIAN HINGGA KELIANG KUBUR”. Lalu
 “ TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KENEGERI CINA”.
Maksudnya yaitu menuntut ilmu itu tak mengenal umur , tempat dan waktu. Jadi buang jauh-jauh deh persepsi ‘kalau sudah usia lanjut harus berhenti menuntut ilmu’?
Dan jangan pernah puas menuntut ilmu di suatu daerah saja karena masih banyak daerah bahkan Negara yang menyimpan segudang ilmu yang bermanfaat dan sayang untuk dilewatkan. (Banya lugi lo ‘kata mei-mei’) hehehe

     Rasulullah SAW bersabda:
“Pelajarilah oleh kamu ilmu apa saja yang kamu sukai (kehendaki) maka demi Allah tidak diberi balasan dengan mengumpulkan ilmu itu sehingga kamu mengamalkannya”.(H.R. Abu Hasan) 
 Setiap ilmu yang dipelajari tidak berarti apa-apa jika tidak diamalkan, maka berartilah ilmu itu setelah mengamalkannya. 
 
    Jadilah manusia yang banyak belajar dengan ilmu alam seperti padi semakin banyak isinya maka semakin runduklah batangnya dan besar manfaatnya untuk orang banyak. Dan sifat yang harus dihindari saat menuntut ilmu yaitu merasa puas dan menyombongkan diri karena itu adalah sifat yang menghancurkan dan merugikan diri sendiri bahkan orang banyak.
“Tidak pantaslah orang yang bodoh itu berdiam diri atas kebodohannya dan tidak pula orang yang berilmu berdiam diri atas ilmunya”. (H.R Tabrani)

Jangan pernah minder atau membanggakan diri karena ilmu ya, karena sekali ALLAH mengucapkan KUNFAYAKUN “jadi maka terjadilah”.
Beginilah penjelasan Allah dalam mencabut ilmu dalam sebuah hadist dari Abdullah bin Umar bin AS: telah berkata Rasullulah SAW:
“Sesungguhnya Allah tudak mencabut ilmu itu secara tiba-tiba mencabutnya langsung dari manusia tetapi dengan mencabut para ulama sehingga tidak meninggalkan satu orang yang ahli pun maka manusia menganbil seseorang pemimpin yang bodoh lalu mereka memberi fatwa maka mereka akan sesat menyesatkan”. (H.R Bukhori)



0 komentar:

Posting Komentar

mohon tinggalkan kritik dan saran.. tq ^^