Sebuah hadist mengatakan, Rasulullah SAW bersabda:
Maka dijelaskan kembali
bagaimana manusia mendapatkan ilmu agar mendapatkan kebahagian duia dan akhirat
itu pada sebuah hadist oleh Ibnu Abbas r.a, Rasulullah SAW bersabda :
“Barang siapa yang
dikehendaki oleh Allah menjadi baik maka Allah menanamkan dalam ilmu agama dan
ilmu itu akan datang kepadanya dengan cara menuntutnya”.(H.R Bukhori)
Dari sini kita dapat mengetahui bahwa menuntut ilmu adalah wajib hukumnya, menuntut ilmu dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT, insyalloh mendapatkan kebahagian dunia akhirat atas ilmu yang kita miliki. Karena Allah akan menaikan derajat seseorang yang memiliki ilmu dan mampu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari sini kita dapat mengetahui bahwa menuntut ilmu adalah wajib hukumnya, menuntut ilmu dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT, insyalloh mendapatkan kebahagian dunia akhirat atas ilmu yang kita miliki. Karena Allah akan menaikan derajat seseorang yang memiliki ilmu dan mampu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Maka muncullah berbagai
cara untuk mendapatkan ilmu salah satunya Allah jelaskan didalam Al-Qur’an surah
Al-Alaq ayat 1-5, yang berbunyi:
Artinya: bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang
Menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],Dia mengajar kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya. I[1589]
Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
So, membaca adalah
salah satu cara jitu untuk mendapatkan ilmu, kitap suci Al-Qur’an yang Allah
turunkan melalui Malaikat Jibril yang disampaikan kepada Rasulullah merupakan
referensi wajib bagi umat-Nya dalam segala aspek kehidupan agar selalu senantiasa
berada dijalan yang lurus.
Dan jangan pernah lelah
dalam menuntut ilmu, karena pepatah mengatakan,
“ TUNTUTLAH ILMU DARI
BUAIAN HINGGA KELIANG KUBUR”. Lalu
“ TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KENEGERI CINA”.
Maksudnya yaitu
menuntut ilmu itu tak mengenal umur , tempat dan waktu. Jadi buang jauh-jauh deh
persepsi ‘kalau sudah usia lanjut harus berhenti menuntut ilmu’?
Dan jangan pernah puas
menuntut ilmu di suatu daerah saja karena masih banyak daerah bahkan Negara
yang menyimpan segudang ilmu yang bermanfaat dan sayang untuk dilewatkan. (Banya
lugi lo ‘kata mei-mei’) hehehe
Rasulullah SAW
bersabda:
“Pelajarilah oleh kamu
ilmu apa saja yang kamu sukai (kehendaki) maka demi Allah tidak diberi balasan
dengan mengumpulkan ilmu itu sehingga kamu mengamalkannya”.(H.R. Abu Hasan)
Setiap ilmu yang
dipelajari tidak berarti apa-apa jika tidak diamalkan, maka berartilah ilmu itu
setelah mengamalkannya.
Jadilah manusia yang
banyak belajar dengan ilmu alam seperti padi semakin banyak isinya maka semakin
runduklah batangnya dan besar manfaatnya untuk orang banyak. Dan sifat yang
harus dihindari saat menuntut ilmu yaitu merasa puas dan menyombongkan diri
karena itu adalah sifat yang menghancurkan dan merugikan diri sendiri bahkan
orang banyak.
“Tidak pantaslah orang
yang bodoh itu berdiam diri atas kebodohannya dan tidak pula orang yang berilmu
berdiam diri atas ilmunya”. (H.R Tabrani)
Jangan pernah minder atau membanggakan diri karena ilmu ya, karena sekali ALLAH mengucapkan KUNFAYAKUN “jadi maka terjadilah”.
Beginilah penjelasan
Allah dalam mencabut ilmu dalam sebuah hadist dari Abdullah bin Umar bin AS:
telah berkata Rasullulah SAW:
“Sesungguhnya Allah
tudak mencabut ilmu itu secara tiba-tiba mencabutnya langsung dari manusia
tetapi dengan mencabut para ulama sehingga tidak meninggalkan satu orang yang
ahli pun maka manusia menganbil seseorang pemimpin yang bodoh lalu mereka
memberi fatwa maka mereka akan sesat menyesatkan”. (H.R Bukhori)







0 komentar:
Posting Komentar
mohon tinggalkan kritik dan saran.. tq ^^