Kamis, 17 Maret 2016

PUNDAKMU TAK SEKERAS BATU





 Oleh : Siti Amanah


(Dep. Kaderisasi KAMMI Komisariat Segantang Lada)



Jika ia tak meminta pundak yang kokoh kepada-Nya, sedetik setelah menerima amanah dakwah itu mungkin lututnya akan bergetar dan terjerembab dalam kelemahan dan keputusasaan.


Para kader dakwah. Mereka adalah para pejuang tangguh. Rela terseok-seok memanggul amanah dakwah yang tak hanya menguras tenaganya, namun juga pikirannya, waktunya, hartanya, bahkan nyawanya. Mungkin saja akan mengibapasrah sejak awal, jika saja jaminannya bukan Surga.


Meneruskan risalah dakwah Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam, siapa bilang mudah ??


Jalan dakwah ini memang tak rata, ada saja turunan terjal, tanjakan tajam dan ribuan onak dan duri yang menghalangi. Jika para kader dakwah tak diberikan pundak yang tangguh oleh-Nya, bisa saja ia menyerah atau bahkan berbalik arah?


“Ombak yang tenang tidak akan pernah melahirkan pelaut ulung, begitu juga dengan perbukitan datar tidak akan melahirkan pendaki yang tangguh”.


Ya, mungkin kita sering mendengar filosofi tersebut. Bagaimana bisa dikatakan pelaut ulung dan pendaki tangguh bila yang dihadapinya adalah keadaan tanpa tantangan. Tak akan ada yang bisa dijadikan tolak ukur, dan takakan ada yang unggul, karena semua orang bisa melaluinya dengan mudah.


Begitu pula dengan jalan dakwah ini. Yang lemah, yang setengah-setengah, yang pasrahtakmaulagimelangkah, bahkan yang berbalik arah, tentunya akan mudah tersisih. Begitu pulas ebaliknya, yang terus berjuang walaupun terkadang lemah, selalu berusaha tak kenal lelah tetapi lillah bahkan sampai berdarah-darah. Maka pundak-pundak tangguh itu akan terbentuk, seiring kerasnyatan tangan yang mampu dilaluinya.


Pundak-pundak nan tangguh itu memang tak sekeras batu, karena batu pun tak sebanding jika disandingkan dengan ketegaran dan keteguhan para pejuang dakwah. Batu yang sekeras itu akan mudah dihancurkan dan dipecah belah. Namun pundak-pundak nan tangguh milik para pejuang dakwah yang senantiasa merapatkan barisan, yaitu tak akan mudah di pecah belah dan dihancurkan oleh tantangan yang senantiasa menerjang hari demi hari. Berbahagialah bagi para pejuang dakwah yang mampu tetap tegar menegakkan agama Allah Subhnallahu Wa Ta’laa hingga penghujung nyawa. Menjemput hadiah terindah yang telah dijanjikan Allah Subhnallahu Wa Ta’laa  untuknya, untukmu, dan untuk mereka sang pejuang tangguh sejati.



***




0 komentar:

Posting Komentar

mohon tinggalkan kritik dan saran.. tq ^^