Oleh : Siti
Amanah
(Dep. Kaderisasi KAMMI Komisariat Segantang Lada)
Jika
ia tak meminta pundak yang kokoh kepada-Nya, sedetik setelah menerima amanah dakwah
itu mungkin lututnya akan bergetar dan terjerembab dalam kelemahan dan keputusasaan.
Para
kader dakwah. Mereka adalah para pejuang tangguh. Rela terseok-seok memanggul amanah
dakwah yang tak hanya menguras tenaganya, namun juga pikirannya, waktunya,
hartanya, bahkan nyawanya. Mungkin saja akan mengibapasrah sejak awal, jika saja
jaminannya bukan Surga.
Meneruskan
risalah dakwah Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi
Wasallam, siapa bilang mudah ??
Jalan
dakwah ini memang tak rata, ada saja turunan terjal, tanjakan tajam dan ribuan onak
dan duri yang menghalangi. Jika para kader dakwah tak diberikan pundak yang
tangguh oleh-Nya, bisa saja ia menyerah atau bahkan berbalik arah?
“Ombak
yang tenang tidak akan pernah melahirkan pelaut ulung, begitu juga dengan perbukitan
datar tidak akan melahirkan pendaki yang tangguh”.
Ya,
mungkin kita sering mendengar filosofi tersebut. Bagaimana bisa dikatakan pelaut
ulung dan pendaki tangguh bila yang dihadapinya adalah keadaan tanpa tantangan. Tak
akan ada yang bisa dijadikan tolak ukur, dan takakan ada yang unggul, karena semua
orang bisa melaluinya dengan mudah.
Begitu
pula dengan jalan dakwah ini. Yang lemah, yang setengah-setengah, yang
pasrahtakmaulagimelangkah, bahkan yang berbalik arah, tentunya akan mudah tersisih.
Begitu pulas ebaliknya, yang terus berjuang walaupun terkadang lemah, selalu berusaha
tak kenal lelah tetapi lillah bahkan sampai berdarah-darah. Maka pundak-pundak
tangguh itu akan terbentuk, seiring kerasnyatan tangan yang mampu dilaluinya.
Pundak-pundak
nan tangguh itu memang tak sekeras batu, karena batu pun tak sebanding jika disandingkan
dengan ketegaran dan keteguhan para pejuang dakwah. Batu yang sekeras itu akan mudah
dihancurkan dan dipecah belah. Namun pundak-pundak nan tangguh milik para pejuang
dakwah yang senantiasa merapatkan barisan, yaitu tak akan mudah di pecah belah dan
dihancurkan oleh tantangan yang senantiasa menerjang hari demi hari.
Berbahagialah bagi para pejuang dakwah yang mampu tetap tegar menegakkan agama
Allah Subhnallahu Wa Ta’laa hingga penghujung
nyawa. Menjemput hadiah terindah yang telah dijanjikan Allah Subhnallahu Wa Ta’laa untuknya, untukmu, dan untuk mereka sang
pejuang tangguh sejati.
***






0 komentar:
Posting Komentar
mohon tinggalkan kritik dan saran.. tq ^^