-

- KARAKTERISTIK KELIMA : Peranan Wanita pada Periode Sirri’yah
Seperempat dari masyarakat Islam periode
ini terdiri dari kaum wanita. Sebagian besar dari para pemuda yang sudah
berkeluarga, istri-istri mereka juga masuk Islam bersamanya. Kaum
wanita ini hidup di periode sirriyah tanpa diketahui oleh seorang pun
keislaman mereka. Kita harus memberikan perhatian kepada peranan kaum
wanita dalam perjalanan da’wah ini sebagaimana mestinya. Baik sebagai
saudara, istri, maupun ibu yang mendampingi kaum lelaki. Bahkan,
sebagian riwayat menyebutkan bahwa Asma’ ra. adalah seorang prajurit
periode ini. Ini berarti bahwa dia dalam usianya yang sangat muda.
- KARAKTERISTIK KEENAM : S h a l a t
Menurut riwayat yang paling kuat, tidak
ada satu pun periode da’wah kaum muslimin yang sunyi dari pelaksanaan
shalat. Berkata Ibnu Ishaq,
“Sebagian ahli ilmu menceritakan kepadaku
bahwa sewaktu shalat diwajibkan atas Rasulullah saw.. Jibril datang
kepadanya sedang beliau berada di atas bukit Mekah. Kemudian
mengisyaratkan kepadanya ke arah lembah. Maka terbelahlah sebuah mata
air darinya. Kemudian Jibril mengajarkan cara berwudhu kepada Rasulullah
saw. Lalu Rasulullah saw. ikut berwudhu sebagaimana Jibril. Kemudian
Jibril berdiri dan shalat mengimami Rasulullah saw. dan Rasulullah saw.
pun mengikuti shalatnya. Kemudian Jibril pergi meninggalkannya. Lalu
Rasulullah datang kepada Khadijah memperagakan cara wudhu untuk shalat
sebagaimana diperlihatkan oleh Jibril kepadanya. Maka, Khadijah berwudhu
sebagaimana Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. mengimaminya
sebagaimana Jibril telah mengimaminya. “
- KARAKTERISTIK KETUJUH : Pengetahuan Orang Quraisy tentang Da’wah
Quraisy belum memberikan perhatian khusus
terhadap da’wah ini, karena fenomena kehanifan sudah sejak lama
tersebar di masyarakat Mekkah. Seperti yang tercermin pada Zaid bin Amer
bin Naufal, Waraqah bin Naufal, dan Umaiyah bin Abu Shalt.
Mekah tidak begitu memperdulikan
peristiwa-peristiwa dan orang-orang seperti mereka ini, selama mereka
tidak mengganggu ideologi dan berhala-berhala yang disembah. Rasulullah
saw. sendiri sebelum kenabian melakukan “penyucian diri” di Gua Hira’.
Sekali- pun demikian, Quraisy tidak keberatan terhadapnya. Quraisy
mengira bahwa Islam tidak berbeda dengan orang-orang hanif yang
menghindarkan diri dari menyembah berhala. Bahkan boleh dikatakan, pada
periode sirriyah ini Quraisy lebih banyak memperhatikan orang- orang
hanif daripada kaum muslimin. Hal ini disebabkan orang-orang hanif itu
pernah mengatakan keraguan mereka terhadap berhala-berhala kaum Quraisy
dan sesembahan orang-orang Arab, sementara kaum muslimin belum pernah
menyatakan sikap terhadap mereka.
- KARAKTERISTIK KEDELAPAN : Hidup Berdampingan antara Kaum Muslimin dan Orang Lain
Pada periode ini kita tidak pernah
mendengar adanya perbenturan antara masyarakat Islam yang sedang tumbuh
dengan masyarakat jahiliyah. Karena fikrah belum diumumkan selain kepada
orang yang diharapkan mau bergabung dengan masyarakat Islam yang ada.
Da’wah terbuka bukan merupakan sasaran periode ini. Sehingga, kaum
muslimin belum boleh mencampuri urusan orang lain dengan mengkritik,
berkonfrontasi, atau menantang secara terang-terangan. Prinsip yang
harus dianut pada periode ini ialah tidak boleh menampakkan
ketidaksetujuan, kecuali bila dalam keadaan terpaksa sekali. Tanzhim dan
fikrah masih harus dirahasiakan sepenuhnya.
- KARAKTERISTIK KESEMBILAN : Memfokuskan pada Pembinaan Aqidah
Ideologi kaum kafir dan thaghut telah
mendominasi kehidupan manusia, karena itu perbaikan dan pembinaan aqidah
yang benar harus dilakukan secara tenang. Hanya aqidah yang benar yang
mampu memancarkan ibadah dan perilaku yang benar. Pada saat yang sama,
aqidahlah yang akan memberikan keteguhan jiwa di atas kebenaran dan
pengorbanan di jalannya. Segala bentuk keraguan, ketidakpastian, nifaq,
dan penyimpangan dari jalan yang benar, terjadi karena lemahnya aqidah
di dalam hati setiap muslim.
Karena sesuatu hal, Islam memilih kata
iman untuk menunjukkan aqidah. Sebab iman menyentuh akal dan hati
sekaligus, serta mema- dukan antara pikir dan aspek kejiwaan. Aqidah
bukan masalah kepuasan intelektual yang dingin, juga bukan masalah
dorongan sentimental yang tidak berlandaskan kepuasan intelektual.
Tetapi, merupakan perpaduan yang utuh antara dua aspek tersebut,
sehingga sulit untuk membedakan antara keduanya.
- KARAKTERISTIK KESEPULUH : Berda’wah secara Terang-terangan Setelah Terbentuk Kader-Kader Inti yang Kuat
Bukti dari bentuk da’wah ini ialah tidak
adanya seorang pun di antara para sahabat yang murtad pada waktu terjadi
tribulasi dan dimulai konfrontasi. Bahkan, mereka yang telah hidup di
periode awal da’wah ini di kemudian hari menjadi generasi Islam terbaik
di segi kualitas keimanan, perilaku, jihad, dan pengorbanan. Bahkan,
kalau kita perhatikan tingkatan teratas di dalam umat Islam, yaitu
tingkatan sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga adalah dari kelompok
mereka, kecuali Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu.
Kelompok inilah yang membentuk generasi pemimpin (jiil al-qiyadah)
bagi masyarakat yang terbina. Khalifah yang terpilih dan telah
disetujui oleh Rasulullah saw. pun dari kelompok ini. Inilah kader-kader
inti (nuwat) yang di kemudian hari memikul beban da’wah Islam
di muka bumi. Merekalah yang telah berhasil memikul tanggung jawab
melakukan konfrontasi terbesar melawan musuh-musuh Islam.
bersambung…
* Dikutip dari buku “Manhaj
Haraki : Startegi Pergerakan dan Perjuangan Politik Dalam Sirah Nabi SAW
” Jilid-1 , Syekh Munir Muhammad al-Ghadban”, Rabbani Pers, 1992.
Catatan : Kitab ini (Manhaj Haraki : Startegi Pergerakan dan Perjuangan Politik Dalam Sirah Nabi SAW)
adalah salah satu karya besar Syaikh Munir Muhammad Ghadban, seorang
tokoh pergerakan yang juga dosen di Universitas Ummul Qura’ Saudi Arabia
dan Jami’ah Al Iman Yaman. Kitab Manhaj Haraki ini mempertautkan
berbagai peristiwa di masa Nabi SAW dengan kejadian mutakhir yang
dihadapi oleh gerakan Islam kontemporer. Tahap demi tahap dikupas dengan
memikat, lalu diproyeksikan dalam iklim da’wah Islam saat ini.
http://serbasejarah.wordpress.com/2012/12/29/membaca-manhaj-haraki-manhaj-juang-nabi-saw-bagian-1/






0 komentar:
Posting Komentar
mohon tinggalkan kritik dan saran.. tq ^^