Pada periode ini da’wah tidak dilakukan
secara terbuka di pertemuan-pertemuan dan majelis-majelis umum. Tetapi,
dilakukan berdasarkan pilihan pribadi-pribadi da’i tentang karakteristik
mad’u ‘orang yang dida’wahi’. Kita dapati bahwa fondasi pertama bagi
da’wah ini adalah Khadijah radhaiyallahu ‘anha, wanita yang pertama kali
beriman dan istri Rasulullah saw., Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu teman
akrab Rasulullah saw., Ali bin Abu Thalib, anak pamannya yang telah
dibina sejak kecil. Dan, Zaid bin Haritsah, mantan budak beliau.
Ketika Abu Bakar memulai berda’wah, ia memilih mad’u sendiri. Berkata Ibnu Ishaq,
“Kemudian Abu Bakar bin Abi Quhafah masuk Islam…. Abu Bakar adalah seorang lelaki yang akrab dengan kaumnya, dicintai dan disayangi. Ia seorang Quraisy yang paling mengerti dan tahu tentang nasab bangsa Quraisy serta masalah kebaikan atau keburukan yang ada pada suku ini. Ia dikenal sebagai seorang pedagang yang memiliki akhlak mulia. Ia sering didatangi oleh tokoh-tokoh kaumnya untuk dimintai pendapat mengenai banyak hal, karena ilmu, perdagangan, dan kebaikan pergaulannya. Kemudian ia mulai mengajak kepada Allah dan Islam. Orang yang diyakinkannya akan bisa merahasiakan dan mendengarkannya. Melalui da’wah Abu Bakar ini maka Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah masuk Islam. Kedelapan orang ini merupakan para pendahulu mereka yang masuk ke dalam Islam kemudian shalat dan membenarkan. “
Da’wah tersebut dilakukan dengan
mengandalkan tsiqah ‘kepercayaan’, kendati faktor-faktor yang membuat
da’wah Abu Bakar diterima itu banyak.







0 komentar:
Posting Komentar
mohon tinggalkan kritik dan saran.. tq ^^